-->

UN Dihapuskan? Ah Serius?

Generating Link...


Hai, bagaimana nih kabar kalian? Maaf karena baru bisa update status pada minggu pagi ini. Ya itu karena kesibukan saya yang berstatus sebagai siswa SMA yang masih dalam schedule ujian semester, ditambah lagi deadline tugas yang harus dikumpulkan sesuai jadwal.

Sebagai seorang siswa, tentunya saya memiliki fase kebosanan dan fase yang hampir menuju kata gila dengan puluhan tugas setiap semesternya, namun angin segar pun berhembus setelah dilantiknya menteri pendidikan, Mr. Nadiem Makarim.

Mr. Nadiem Makarim memberikan sebuah dobrakan yang baik untuk masa depan SDM Indonesia, Mr. Nadiem Makarim pun tidak ingin sekolah menjadi ajang perlombaan antar siswa, dia juga pernah mengatakan bahwa dirinya dulu juga pernah ujian, ketika dia ujian dia hafal semuanya, but setelah 2 bulan kemudian, apa yang dihafalkannya itu hilang.

Mr. Nadiem Makarim pun juga menginginkan agar guru tidak dipusingkan dengan berbagai sistem pelajaran yang menghabiskan waktu para guru, seperti silabus. Saya pun sebagai siswa yang memiliki IQ yang pas pasan tentu setuju jika UN dihapuskan, namun tentu masih banyak kelompok yang masih ingin UN ada / pro UN.


Saya pun berfikir setelah melihat sebuah gambar yang sangat menyindir sistem pendidikan di negeri ini, gambar yang berisi kera, ayam, ikan, kelinci, gajah, dan jerapah tersebut diberikan sebuah tantangan yaitu siapa yang memanjat pohon terlebih dahulu, dia pemenangnya. Tentu yang akan memenangkannya adalah sang kera karena itu dibidangnya.

Nah dari gambar tersebut saja bisa kita samakan dengan sistem pendidikan kita dinegeri ini. Jika seorang anak yang ahli sejarah, anak yang ahli Matematika, anak yang ahli geografi ditantang untuk sebuah ujian yang biasa dipanggil dengan UN yang kita tahu sendiri ujiannya adalah Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia, tentu anak yang ahli Matematika yang akan mendapatkan nilai tertinggi karena itu dibidangnya.

Well, dobrakan terbaru dari sang menteri tersebut, tentu memberi angin segar kepada saya pribadi dan tentu jutaan pelajar di tanah ibu pertiwi ini. Ini hanyalah cara pandang saya pribadi, jadi ya yang pro terhadap saya juga silahkan, yang kontra terhadap tulisan ini juga silahkan. Semoga bermanfaat, salam dari saya seorang pecandu sejarah yang banyak nanya dikelas.